Rabu, 15 April 2015

UJI ORGANOLEPTIK DENDENG IKAN NILA

LOGOUNTIRTA                                                                                                            Laporan Praktikum ke : 1
                                                                                                            Kamis 24 Oktober 2013

UJI ORGANOLEPTIK DENDENG IKAN NILA
(Oreochromis niloticus)
Disusun Oleh:
DENI SAPUTRA
4443110373



JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 
2013

ABSTRAK
Dendeng ikan adalah jenis olahan ikan yang diawetan yang dibuat dengan cara pengeringan dengan menambah garam, gula, dan bahan lainnya. Alat-alat yang di gunakan dalam pembuatan dendeng ikan terdiri dari Pisau, telenan, coet, timbangan dan plasik sedangkan bahan - bahan yang di gunakan yaitu : Ikan mujair segar, gula merah, asam jawa , ketumbar, lengkuas, bawang putih, dan garam. Cara pembuatan dendeng ikan adalah sebagai berikut pertama siapkan ikan mujair selajutnya timbang ikan utuh sesudah ikan di timbang, ikan di siangi selanjutnya tiriskan dan timbang ikan kembali selajutnya bentuk ikan butterfly fillet lalu ikan direndam dalam larutan garam dan rendam ikan selama 30 menit. Selanjutnya  siapkan rempah – rempah dan haluskan lalu dilakukan pembaceman, yaitu ikan di lumuri bumbu  hingga 12 – 16 jam, prosese selanjutnya di lakukan pengeringan 12 jam. Setelah jadi dendeng ikan di timbang dan terakhir hitung rendemen. Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan.
Kata kunci : Cara Pembuatan , Dendeng ikan, Uji Organoileptik

PENDAHULUAN
Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menyebabkan pembusukan. Tanda ikan yang sudah busuk,  mata suram dan tenggelam ,sisik suram dan mudah lepas, warna kulit suram dengan lendir tebal, insang berwarna kelabu dengan lendir tebal, dinding perut lembek, warna keseluruhan suram dan berbau busuk. Tanda ikan yang masih segar , daging kenyal, mata jernih menonjol, sisik kuat dan mengkilat, sirip kuat, warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang , insang berwarna merah, dinding perut kuat , bau ikan segar. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya.

TINJAUAN PUSTAKA
            Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan. Pengindraan diartikan sebagai suatu proses fisio-psikologis, yaitu kesadaran atau pengenalan alat indra akan sifat-sifat benda karena adanyarangsangan yang diterima alat indra yang berasal dari benda tersebut. Pengindraandapat juga berarti reaksi mental (sensation) jika alat indra mendapat rangsangan( stimulus).
Dendeng ikan manis merupakan hasil pengolahan dan pengawetan dengan cara penggeringan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu, sehingga mempunyai rasa yang khas dengan tekstur yang empuk. Dendeng ikan dapat dibuat dengan rasa manis ataupun asin. Pada pembuatan dendeng ikan manis pemakaian gula pasir / gula merah berkisar antara 15 — 20%. Jenis-jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan dendeng ikan manis benyak sekali, tergantung dari kondisi perikanan setempat. Hampir semua jenis ikan dari berbagai perairan dapat dibuat menjadi dendeng, kecuali ikan yang terlalu banyak mengandung lemak.
Jenis-jenis ikan tersebut adalah ikan belanak, mujair, nila, kuniran, japuh, tongkol, tenggiri cucut, udang dan cumi-cumi

METODOLOGI
Praktikum Rekayasa Proses dengan materi Uji Organoleptik Dendeng ikan nila dilaksanakan pada hari kamis 24 oktober 2013 mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB di Laboraturium TPHP Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum TPHP mengenai uji organoleptik terdiri dari dendeng ikan yang telah di goreng terlebih dahulu, piring, penggorengan, sendok, aqua gelas, kertas label, dan skor sheet.
Adapun langkah kerja dari praktikum kali ini yang berjudul uji organoleptik dendeng ikan ini adalah yang pertama adalah penerimaan sampel, kemudian sample di berikan kode, setelah itu praktikan diarahkan untuk uji organoleptik, selanjutnya dilakukan uji organoleptik, kemudian dilakukan analisis data.




HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Hasil uji organoleptik dedeng ikan nila
Perlakuan
Rata-rata
Rata-rata+BNJ
SS
488
2,92
4,9388
a
289
2,96
4,9788
a
347
3,16
5,1788
a
866
3.24
5,2588
a
275
3,28
5,2988
a
273
3,76
5,7788
a
Perhitungan uji lanjut BNJ

PEMBAHASAN
Dari hasil uji organoleptik di atas menunjukan bahwa pada sampel ikan dendeng  no 488 dan 289 perbandingan tidak ada perbedaan, sedangkan pada sampel 289 dengan sampel 347 itu perbedaan sangat jauh, sedangkan pada sampel 347, 866, dan 275 itu tidak berbeda jauh, sedangkan untuk sampel 273 itu hasilnya berbeda jauh dengan sampel – sampel yang lain yaitu mencapai rata – rata 3,76 %.
KESIMPULAN
Dari pehasil dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa, sesuai dengan uji organoleptik menujukan, pada sampel no 273 adalah ikan dendeng yang paling disukai yaitu mencapai rata – rata 3,76 %.
SARAN
Pada saat praktikum sebaiknya harus tenang dan kondusip, dan pada saat uji organoleptik sebaiknya dilakukan dengan benar dan teliti karena menjadi seorang panelis itu harus lah dipersiapkan dari sekarang agar menjadi panelis yang propesional.
DAFTAR PUSTAKA
Akiko. 2011.pembuatan dendeng ikan kering. Wordpress.http://akiko3ahpsmkn2btsk.wordpress.com/2011/11/09/pembuatan-dendeng-kering-ikan/. diakses 15,11,2013.
Farisi Affian.2010. UJI ORGANOLEPTIK.wordpress. http://affanfarisi.blogspot.com/2010/10/praktikum-mk-perencanaan-bisnis.html. diakses 15,11,2013.
Vedca Hery. 2010. Cara uji organoleptik.wordpress.http://haryvedca.wordpress.com/2010/08/23/cara-membuat-dendeng/. diakses 15,11,2013.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar